NARKOBA oh…hhhh NARKOBA jilid 2

Kasus ‘Jeng Pranola” as Ola.. terus jadi perbincangan hangat ada berkomentar ‘ada mafia di istana” ada yang bilang HAPUS GRASI untuk kasus yang namanya kejahatan NARKOBA…!!! ada yang menyalahkan Presiden….WOW…

Tapi ada bukti yang mencengangkan, ternyata MENKUMHAM yang saat itu dijabat PATRIALIS AKBAR ternyata sudah mengirim surat kepada Presiden yang menyatakan dalam satu (1) poinnya bahwa  “Jeng Pranola” ternyata belum berkelakuan baik.. (Indonesia Lawyers club ) didalam rutan wanita Tanggerang,nah.. padahal sang pengacara FARHAT ABBAS membela mati2an dan menyatakan client nya berkelakuan baik…

sebenarnya cerita yang menarik justru keluar dari salah satu temannya Ola ketika di dalam penjara, yang menyatakan wanita bersuamikan orang Nigeria yang sudah MATI ini sangat kejam dan mempunyai sebutan “JENDRAL”, kl namanya Jendral pasti punya kekuasaan….Hebat Ola ini…

SANG JENDRAL ‘OLA” ini memang luar biasa sudah mendekan tahunan di dalam penjara dengan vonis hukuman MATI… ternyata masih yakin bahwa hukumannya akan berubah, keyakinannya bukan tdk berdasar, krn dia sangat memahami karakter para penegak hukum kita….dan UANG adalah senjata yang ampuh…begitulah setidaknya apa yang ada dalam fikirannya, dan ternyata dia buktikan dengan keluarnya GRASI.

Lalu salahkah Bpk Presiden kita yang telah memberikan GRASI pada sang Jendral Ola…? ini adalah Hak subjektif, fungsi yudikatif yang ada pada eksekutif/presiden… begitulah kenyataannya atau sistem yang berlaku, namun untuk menggunakan hak subjektifnya itu/GRASI,  Presiden Sang Kepala Negara tentunya melakukan pertimbangan2 yang matang melalui masukan2 dari MA maupun orang2 disekelilingnya yang kompeten di bidang hukum…..

Tapi lagi-lagi Ola, wanita setengah tua yang sudah tidak langsing ini, memang luar biasa setelah dia kantongi GRASI selang beberapa lama menggemparkan Indonesia dengan kasus terbarunya yang masih dlam penyelidikan ternyata wanita dengan julukan jendral didalam bui ini menjadi otak pengiriman kembali NARKOBA ke Indonesia.

hmmm…mmm….. semua orang boleh berdebat, dari masyarakat kelas bawah, menengah dan atas dari penjahat sampai pejabat, dari Ketua Mahkamah Konstitusi sampai Mahkamah Agung, dari Indonesia Lawyers Club sampai exbunderan club… semua boleh berkomentar… itu artinya kita masih Perduli dan berpihak pada kebenaran.. Pro Kontra itu biasa….. berbeda pendapat bukanlah hal yang dilarang dinegara kita….. yang dilarang itu memfitnah hanya karena berbeda pendapat…. untuk membenarkan segala sesuatu harus didasari argumen yang bersandar pada perturan yang jelas dan bukti2 yang bs dipertanggung jawabkan.

Apa yang telah dilakukan LSM GRANAT yang diketuai Henri Yosodiningrat dan BNN, dapat menjadi pelajaran, dalam membeberkan satu kasus semua berdasar bukti2 yang akurat, tidak menyalahkan atau membenarkan satu kasus dengan membabi buta…. atau dengan hanya menebar isu2 yang tidak jelas kebenarannya hanya untuk kepentingan2 hawa nafsu atau DENDAM semata…(Indonesia Lawyers Club) saya setuju dengan Bpk.Henri Yosodiningrat SH/Ket.GRANAT.

HIDUP ini adalah PILIHAN…. gunakan AKAL dan FIKIRAN…..
Sebagai warga Negara Indonesia yang beradab kita harus bersikap  objektif  bukan bersikan profokatif hanya untuk sekedar mendapat justifikasi atau label kebenaran………

Tinggalkan komentar

Filed under umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s