TERJUNGKAL DI LORONG WAKTU

TERJUNGKAL DI LORONG WAKTU

aku seperti terjungkal di lorong waktu
berjumpa dengan penggalan-penggalan wajah
menyusur dan tersungkur disudut kota kecil,
kotaku tak seperti dulu…..
bau sampah menyengat.
deru mesin pabrik beradu keras dengan teriak para
buruh…!!!
legenda piket buntung sudah tidak lagi menyeramkan
kota kecilku berubah wajah
bersolek penuh gincu seperti lonte setengah tua
kenapa tak kau penuhi kota dengan banci kaleng saja, atau
kibarkan kutang-kutang para lonte setengah tua di sepanjang trotoar
supaya sempurna wajah burukmu
penggalan-penggalan wajah itu terus menganggu
berseliweran seperti angkot yang tak tau aturan…!!!
terpurukku disini…
separuh nafasku tertinggal disudut kota
kususuri jejaknya semuanya terhapus
cerita cintapun tak bersisa
lebur dan terkubur di emperan kota
senyap….
hilang tak bermakna
aku terjungkal di lorong waktu
di sudut kota kecil yang juga kehilangan makna
yang bergelut menghapus penggalan-penggalan wajah
berganti dengan topeng-topeng kemunafikan,
kepalsuan yang dijajakan….
ku caci dalam hati,
persetan dengan kota kecil
yang telah menghapus jejak masa laluku,
dan,
kubiarkan tubuh ini tergelatak
kulukis seraut wajah yang melekat pada masa lalu
kuas khayalku menari-nari diatas kanvas langit yang tak berbatas
cantiknya langit biru yang bertabur bintang
secantik seraut wajah yang penuh mistery

Tinggalkan komentar

Filed under Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s