TRAGISNYA PELARIAN ANDI KORBAN PERBUDAKAN

TRAGISNYA PELARIAN “ANDI” KORBAN PENYIKSAAN DAN PERBUDAKAN Andi pemuda yang bearasal Blambangan Pagar, Lampung Utara ini berniat memperbaiki kehidupan ekonominya namun terjebak dalam perbudakan buruh yang tak berkeprimanusiaan, bekerja selama 12 jam setiap hari, dan beristirahat di atas sehelai tikar yang melapisi lantai dingin dan basah, ruangan gelap lembab dengan kamar mandi yang sangat tidak layak, setiap hari hanya menyantap nasi basi dan sepotong tempe.

3 bulan bekerja menjadi buruh mengalami perbudakkan yang keji, tanpa menerima bayaran serupiahpun, kecuali pemukulan, siraman cairan kimia dan sulutan rokok menjadi tanda di kaki, tangan dan tubuh pemuda ini, “malang tak dapak ditolak…untung tak dapat di raih” Andipun harus hidup dalam ketakutan dan ancaman sang juragan wajan “Yuki Irawan”, 41 tahun yang mempunyai adik ipar seorang lurah, tempat dimana sang juragan wajan ini tinggal dengan rumah mewah dan pabriknya yang menjadi tempat perbudakan dari buruh yang berasal dari Lampung, bandung dan Cianjur, juragan yang raja tega inipun mempunyai 2 orang teman dari aparat, dan sering mengunjungi pabriknya, entah untuk apa…?, belum lagi beberapa mandor yang menjadi kaki tangannya, untuk menyiksa dan menganiyaya buruh2 yang diperlakukan seperti budak apabila tidak mematuhinya.

Ternyata di Negri yang kita cintai ini yang konon telah merdeka lebih dari 60 tahun, masih ada buruh yang diperbudak dengan keji…dan tidak berkeprimanusiaan, yang paling menyedihkan lagi-lagi ada aparat yang terlibat, entah apa yang apa yang ada di benak para pejabat yang terkait menanggapi kasus ini…

Kisah ini dimulai, dari keberanian 2 orang pemuda yang mencoba melepaskan diri dari kekejaman seorang juragan wajan yang cenderung menghalalkan segala cara dalam mearup keuntungan;

Dengan sisa-sisa tenaga dan keberanian yang ada “Andi Gunawan dan seorang temannya” berhasil melarikan diri melalui saluran air/got yang di tutup oleh asbes, terus berlari melalui persawahan sampai akhirnya harus menginap disebuah rumah kosong dan bersembunyi, keesokan malamnya Andi meneruskan pelarian bersama kawannya, berjalan ditengah rasa takut dan apabila lapar datang andi dan temannya mencari tempat sampah, mencari makanan sisa orang untuk disantap air gotpun menjadi pelepas dahaga manakala haus menyerang, niatnya hanya satu dapat kembali kerumah dikampung halamannya Blambangan Pagar, Lampung Utara dengan selamat.

Tak pernah terlintas dalam benak Andi dan teman sepelariannya untuk lapor kepada aparat yang berwajib, karena takut pelariannya akan bocor, khawatir kembali tertangkap sang juragan wajan yang kejam…!!! lalu kembali mengalami mimpi buruk.

Dengan tubuh yang lemas, kaki dan tangan penuh luka Andi dan temannya terus bertahan ditengah rasa lapar dan haus, mereka mecoba menumpang kendaraan. “pak tolonglah kami…untuk menumpang kenadaraan bapak, kami ingin pulang tapi tidak punya uang,

kami kabur karena kami di siksa..”.

“achh…hh bohong kamu, masa tidak punya uang, coba saya periksa, sopirpun memeriksa dan menggeladah isi kantung Andi, namun nihil….andi memang tidak mempunyai uang”

“kalau bapak tidak percaya lihatlah kaki saya….andi mencoba meyakinkan supir mata duitan dan tidak peka itu..sambil memperlihatkan luka2nya…” barulah sang sopir percaya…. ya..sudah naik…!!!

Ditariknya nafas panjang…panjang… dan legalah andi dan teman sepelariannya, tapi perjalanan masih jauh, perasaan takut tertangkap kembali terus menghantui….”ya….Alah lindungi aku dan temanku…selamatkanlah pelariannku ini dan temukan aku dengan kedua orang tuaku” mungkin begitu suara hati Andi..pemuda yang lampung utara yang telah terjebak dalam perbudakkan ini.

2 hari 2 malam, akhirnya Allah SWT, menghantarkan ke dua pemuda yang melarikan diri dari juragan wajan yang kejam ini sampai di kampung halamannya dengan kondisi yang begitu mengenaskan, jalannya gontai lusuh bahkan sudah seperti orang gila, begitu ungkap orang tuanya, beruntug sang ayah dapat mengenali wajah putra kandungnya…

” mengapa begini nak..Ya…Allah…apa yang terjadi denganmu nak… sambil menangis sang ayah yang masih shock itu memanggil istrinya… bu..bu…lihat anakmu….”

“menangislah sang ibu,….melihat anak yang dicintainya kurus, lusuh dan penuh luka…mandilah nak…dan bersihkan dirimu,….. setelah takutmu hilang…berceritalah pada ibu, tentang kisahmu yang memilukan… ibu akan mendengarkan semua cerita dan deritamu”

Akhirnya orang tua dan anak ini saling melepas rindu…. semoga saja hukum akan membuat juragan wajan yang kejam itu mengantarkan dia ke terali besi dan mendekam 20 tahun lamanya atau berakhir diujung peluru pasukan penembak mati.

Tinggalkan komentar

Filed under opini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s