ARJUNA DAN ANISSA SUPRABA

arjuna

Cerpen ;  Heri SK

Hujan rintik-rintik…pada malam itu seperti enggan berhenti, sementara udara dingin dan sinar rembulan yang redup seperti melengkapi kesempurnaan kesedihan Anissa Supraba, seorang wanita yang masih tergolong muda dan berparas ayu serta bermata sayu itu….dia… duduk disamping tempat tidur dimana suaminya terbaring lemah tak berdaya.

Tiba-tiba Anissa Supraba terhentak dari lamunannya karena mendengar suara yang begitu akrab di telinganya “An….perutku terasa sakit sekali An…”, suaranya lemah sekali…, “sabar ya mas…ikhlas.. kalau mas juna Ikhlas pasti rasa sakit itu hilang”, namun ketegaran anissa supraba adalah ketegaran seorang wanita yang perasaannya begitu peka, sehingga tanpa dia rasakan butiran-butiran air mata menetes di pipinya yang halus dan berlesung pipit itu , dicium kening suaminya dengan penuh cinta…I Love You..mas.. kamu harus kuat dan sabar ya.. karena Allah sedang menguji mas juna..

Arjuna lelaki yang begitu dikasihinya tersenyum “terima kasih….sayang…Im happy, an…, Im verry happy I love you so much…”, Anissa supraba membalas senyuman suami tercintanya dengan kecupan pada kening dengan perasaan yang begitu dalam, butiran air mata itu jatuh kembali tak tertahan setelah menggenang di kelopak matanya “maafkan aku mas… maafkan jika belum menjadi istri yang baik”, sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat arjuna berusaha untuk tersenyum “Anissa… kamu istri yang begitu sempurna..suaranya begitu lemah, kamu adalah bidadariku… jangan menangis sayang kamu harus tegar, bila nanti sampai waktuku kuatkanlah hatimu..”, suara itu makin lemah dan ter bata-bata, arjuna berusaha untuk tetap kuat, matanya mengisyaratkan kasih sayang yang begitu tulus pada anissa supraba wanita yang baru di nikahinya 3 tahun yang lalu dan mereka belum dikarunia anak, penyakit kanker usus telah menggerogoti hidupnya selama setahun ini, usaha penyembuhanpun sudah dilakukan melalui pengobatan alternative maupun medis, sampai akhirmya dokter bima ahli kanker,  menyatakan “kalau Arjuna harus menjalani operasi karena sudah stadium empat”,  Arjuna dan Anissa Supraba pun seperti dihadapkan pada pilihan yang selama ini dihindarinya, “sudah tidak banyak waktu lagi” begitu yang dikatakan dokter bima.

Anisa supraba
Engkaulah pemilik yang hakiki dari arjuna belahan jiwaku dan juga diriku, engkaulah yang memiliki hidup dan berhak atas maut

Diluar rintik hujan masih belum ada tanda-tanda berhenti, sang dewi malampun sinarnya tak lagi sempurna, redup…seredup suasana hati anissa supraba, “ya…Allah, aku mencintai arjuna, dan aku ingin memilikinya untuk menemani hidup sampai kelak maut nenjemputku, tapi aku menyadari engkaulah pemilik yang hakiki dari arjuna belahan jiwaku dan juga diriku, engkaulah yang memiliki hidup dan berhak atas maut… dari setiap hambamu, namun jika engkau izinkan, berikanlah aku kesempatan untuk mengabdi pada arjuna suamiku dan menjadi istri yang baik yang selalu memberikan kesejukan pada hatinya” air mata anissa supraba terus menetes, dipeluknya arjuna yang mulai tertidur….

Ruangan VIV lantai 4 ruangan 404 Rumah Sakit Waras Medistra, begitu terasa dingin anissa supraba pun melepaskan pelukan hangatnya dan menyelimuti suami tercintanya dengan hati-hati agar tidak membuatnya terbangun…. perlahan anissa melangkah menuju jendela,  matanya menerawang jauh menembus batas cakrawala, langit yang semakin gelap tak menghalangi fikirannya yang menerawang, lukisan masa-masa bahagia bersama arjuna, bercengkrama diantara tawa yang berderai dan kecupan penuh kasih sayang seperti rekaman yang diputar ber ulang-ulang, “mas juna….aa, kenapa semua ini begitu cepat, mengapa kebahagiaan itu harus terenggut dari kehidupan kita, rasanya baru sekejap kita lewati masa-masa itu”.

Anisssa supraba masih menatap langit melalui jendela kamar 404, tidak jauh dari tempat tidur dimana arjuna terbaring, tatapan matanya yang sayu dan parasnya yang ayu tak mampu menyembunyikan kesedihan yang teramat dalam, hujan mulai berhenti, tapi hati anissa begitu resah “ya Allah, Engkau tak akan mencoba hamba Mu dengan ujian yang tak akan mungkin hamba Mu tak dapat melaluinya, hatiku gelisah ya…Allah, bayangan ketakutan itu menhantuiku, kuserahkan segalanya pada Mu ya Allah”, tidak terasa waktu terus bergulir, jarum pada jam dinding sudah menunjukkan pukul 4.45, tak lama kemudian Adzan shubuh berkumandang, Anissa menghampiri suaminya dan membisikan sesuatu dengan lembut di telinga Arjuna “mas juna adzan shubuh sudah memanggil mas.. sebaiknya mas..shollat shubuh dulu sambil berbaring ya.. dan lakukan dengan isyarat mata” perlahan juna membuka matanya “Alhamdulillah…terima kasih sayang, kamu telah mengingatkanku..terima kasih” lalu anissa supraba melangkah menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu, dihamparkan sajadah tepat disebelah suaminya berbaring, lalu dia tatap suaminya dan memberikan senyuman yang begitu manis…kemudian dengan suara yang halus dan gemetar “Allahu Akbar………” .

Baru saja, usai menucapkan salam “Assalmu’alaikum warhmatullahi wabarakatuh….. tiba2 ruangan VIV 404 dipenuhi aroma wewangian yang sangat lembut… dan terdengar suara yang terputus-putus…”Laailahaillalah…Mu…hamm..adarasulullah…Allahu Akbar…” anissa supraba sontak berdiri dan menghampiri arjuna yang sedang berusaha melafadzkan kalimat tauhid… ‘mas juna..mas… anissa pun langsung menuntunnya sambil berlinang air mata…  Laailahaillalah….Laaillahaillalah….” arjuna pun tersenyum dan tampak butiran air mata berlinang dari ujung kelopak matanya… meyakinkan isri tercintanya dan memintanya untuk ikhlas…”mas juna I love you…maaf kan aku mas…” arjuna mengangguk lemak  dan tiba-tiba matanya terbuka agak lebar, ada telaga keteduhan terlihat disana…. bibirnya terbuka seperti ingin mengucapkan sesuatu… anissa supraba menahan tangisnya…”maafkan aku mas…aku ikhlas kalau mas juna mau pergi… aku ikhlas……” tiba-tiba satu tarikan nafas panjang dan halus..detak nadi arjuna pun berhenti… anissa supraba tak lagi dapat menahan tangisnya…” maaass..sss juna….  jangan tinggalkan aku… mas….. aku mencintaimu”

ruangan VIV 404 pun serentak dipenuhi tenaga medis… namun arjuna telah meninggalkan semua yang dicintainya di dunia…termasuk istri yang yang begitu cantik paras dan hatinya…. karena harus menemui sang Khaliq yang lebih mencintainya.

doa istri
Ya…Allah..aku mencintai arjuna suamiku.. dan belahan jiwaku, namun engkau lebih mencintainya, dan dia sesungguhnya milik Mu

Anissa supraba…termenung, masih tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja dialaminya, kekasih sekaligus suaminya yang begitu ia cintai telah pergi untuk selamanya…..”Ya…Allah..aku mencintai arjuna suamiku.. dan belahan jiwaku, namun engkau lebih mencintainya, dan dia sesungguhnya milik Mu, tidak ada daya dan upaya kecuali aku berserah pada Mu…aku ikhlas… ya..Allah.. tempatkan mas juna disisiMu ya..Allah di tempat yang  dihiasi dengan kasih dan sayang Mu… aku menyayangi dia ya..Allah…”

Tinggalkan komentar

Filed under cerpen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s