Wajah Muram Negriku

Wajah Muram Negriku

Wibawa Mahkamah Konstitusi kembali di obrak-abrik, sekelompok orang bertindak brutal mengobrak-abrik ruang sidang, melakukan prngrusakan kejadian ini terjadi kamis siang 14 Nov’2013, pkl.11.30, kondisi ini dipicu oleh sidang perkara sengketa Pilkada di maluku.
Kejadian ini sangat  memalukan, Mahkamah Konstitusi, setelah ketuanya tertangkap tangan melakukan tindakan tidak terpuji dengan menerima suap, untuk memenangkan perkara salah satu pihak dalam Pilkada di propinsi banten, lalu menyimpan ganja serta extasi di laci meja kerjanya, dan  kini tempat dimana mereka bersidang dengan wibawa hukumnya di porak porandakan oleh sekelompok orang, yang bertindak bar-bar sehingga para hakimpun kocar kacir… !!!.

Sudah sebegitu luluh lantahkah wibawa hukum di negri  ini, sampai benteng hukum terakhirpun     Mahkamah Konstitusi , sudah tidak dihargai, kenapa bangsa kita yang terkenal ramah, sopan dan santun sekarang berubah menjadi brutal…!!!, bertindak layaknya seperti orang yang sama sekali tidak berakhlaq dan berbudaya, ada apa dengan bangsa kita kini.

“Apakah masyarakat kita sudah kehilangan kepercayaan, terhadap  para pengelolanegara, atau  akumulasi kekecewaan dari masyarakat terhadap wajah hukum di negri ini  yang kerapkali hanya berpihak kepada orang yang ber’uang saja, tidak tegas,  senantiasa tajam kebawah tapi tumpul ke atas, lalu apa yang dapat dibanggakan pada bangsa ini, negri yang juga katanya “gemah ripah loh jenawi” dan merebut kemerdekaan dengan darah dan nyawa para pejuang,  bermodal semangat, dan kejujuran untuk MERDEKA..!, kini tak lebih dari negri yang sakit komplikasi dan kronis.

Hukum sebagai panglima di negri yang kita cintai ini, hanya slogan yang kerap kali jadi bahan kampanye dan retorika politik untuk mendapatkan simpatik , bahkan lebih dari itu hukum diperjual belikan “wani piro? mungkin kita masih ingat “kasus seorang nenek yang memungut 4 buah coklat yang jatuh ketanah, dari pohon yang berada diwilayah perkebunan coklat”, pihak perkebunan menangkap nenek tersebut dan menyerahkan pada aparat polisi, lalu dengan arogannya penyidik memproses verbal setelah selesai/ P.21, penyidik menyerahkan kasusnya pada kejaksaan, dan terjadilah proses pengadilan pada si nenek tua renta itu…” bandingkan dengan kasus para koruptor yang kini masih banyak berkeliaran hidup bebas dengan berbagai fasilitas,.

itulah wajah hukum di negri kita.

MK oh..hh…MK…
Gedungmu yang mewah dan angker penuh wibawa dengan 9 pilar, kini tak ada bedanya dengan warung-warung dipinggir jalan yang kadang-kadang didatangi sekelompok preman, di obrak-abrik karena tak mau membayar uang keamanan.

Wajah muram negriku,kusam dan pucat…

Tinggalkan komentar

Filed under opini, Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s