Sesal

Sesal

Tuhan,
lisan ini telah tak terjaga
tersulut amarah, berkata yang melukai rasa…
mengundang air mata orang-orang yang kucinta.
lalu…dalam sepi sesal itu menjelma,
menggiringku,
menghempaskanku pada ruang kosong,
aku tersudut, fikiranku terjebak….
terjerembab dalam lumpur hisap,
semakin lama semakin dalam,
rasaku… semakin luluh lantah tak mengerti arah
amarah itu,
melumpuhkan fikiran warasku
meninggalkan sesal yang tak berkesudahan
Tuhan,
aku hanya ingin mengeluh pada Mu
karena Engkau janji dalam buku suci
“mengadulah kepadaku, karena Aku dekat dengan urat lehermu”
kini aku menjalani taqdirku
seperti yang Kau tulis di laumahfudz,
kuserahkan hidupku
pada luasnya kekuasaan’Mu dan kelembutan kasih sayang’Mu
jangan tinggalkan aku Tuhan
dalam kubangan lumpur dosa yang menghisap,
peliharalah rasa cinta yang ada padaku
untuk’Mu,
kedua orang tuaku. istriku, anakku,
dan orang-orang yang kukasihi.
Tuhan,
kusebut Asma’Mu, pada senyapnya malam
dan sesal yang dalam,
tenggelamkan saja aku, pada makna Asma’Mu
hingga kelembutan merasuk dalam jiwaku
menghilangkan sesal yang akan datang kemudian

Heri.S.Kaendo

Tinggalkan komentar

Filed under Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s