KERETA BINTARO

KERETA BINTARO

Maut menjemput mereka di gerbong satu
teriakan takbir bersahutan dengan jerit ketakutan
diluar api membumbung tinggi ke angkasa..
Allahu Akbar….Allahu Akbarrr..rrr..
langit di atas bintaro muram,
awan gelap…hitam…. duka itu begitu dalam
kereta itu kembali mengoyak luka lama
di lintasan kereta, diantara…
bau hangus daging terbakar, jerit tangis dan
air mata duka di hari yang sama
merobek…mengoyak-ngoyak rasa
jiwa-jiwa yang pergi menemui taqdir
maut telah menjemput untuk mengantarnya
menemui Sang Khaliq…
kereta duka itu telah berlalu seperti,
kereta 26 tahun yang lalu…
masih akan ada kereta yang lewat
membawa jiwa-jiwa yang hidup,
di dalam gerbong-gerbong, di atas lintasan kereta
dibawah langit bintaro.

Tinggalkan komentar

Filed under Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s