TRAGEDI BINTARO JILID 2

 

BINTARO JILID 2 JUGA

TRAGEDI BINTARO TERULANG LAGI JILID 2

Pasca peristiwa  yang terjadi di perlintasan kereta api bintaro, senin 09/12/13, pkl. 11.20,  berbagai tanggapanpun bergulir baik dari pejabat instansi terkait seperti PT.KAI , PERTAMINA , Dinas Perhubungan Darat juga masayarakat sekitar yang langsung menyaksikan peristiwa mengerikan tersebut.

Yang menarik untuk dicermati adalah munculnya analisa yang didasari latar belakang politis, seperti pendapat adanya sabotase, pengalihan isu dll, tentunya analisa ini tidak selamanya benar namun juga tidak dpat ditampik begitu saja, mengingat setiap kejadian tentu ada yang melatarbelakangi hingga peristiwa itu dapat terjadi.

tapi jika berani bersikap jujur, jika ditarik kebelakang lebih jauh ujungnya ya..tentu tangung jawab pemerintah melalui kementrian-kementrian terkait, sudah sejak 10 tahun terahir ini pembangunan di wilayah sekitar bintaro begitu pesat, seperti adanya 2 perguruan tinggi swasta yang cukup besar, pembangunan jalan TOL dan ruko-ruko disepanjang jalan bintaro permai, perkembangan penduduk , vulume kendaraan yang juga terus bertambah, seharusnya ini jadi perhatian serius bagi pemerintah melalui kementrian terkait.

sampai sejauh ini belum terlihat adanya pelebaran jalan dan membuat solusi dari kemacetan yang semakin hari semakin semerawut, sementara kereta api yang melintas di perlintasan bintaro cukup tinggi, dan yang lebih membuat situasi lalu lintas tambah rumit, adalah kendaraan-kendaraan yang datang dari berbagai arah, antara lain dari arah ulujami, dari arah rawa papan, atau kendaraan yang mengarah ke KODAM dan pondok aren begitu juga sebaliknya,  juga yang lebih menghawatirkan pertemuan dari ketiga arah spt ulujami, bintaro permai dan rawa papan yang lokasinya sangat dekat dengan perlintasan kereta api, dapat dibayangkan bagaimana situasi lalu lintas pada saat-saat jam kerja dan pulang kerja macet..cet..terkadang stag.. ini yang akhirnya membuat orang tidak sabar dan memilih saling serobot.

Berbagai jenis kendaraan melintas di perlintasan yang baru saja terjadi tragedi mengerikan itu, dari kandaraan kecil sekelas angkot, bis metro mini, kendaraan pribadi sampai truk, ini memberikan pemandangan atau situasi lalulintas yang buruk dan semarawut, lalu pertanyaannya siapa yang salah…? selalu begitu bila ada terjadi peristiwa kecelelakaan, dan dengan nada yang datar,  tentunya para pejabat terkait  santai menjawab …” ini musibah… kami ikut prihatin, dan turut berbela sungkawa”.

Seperti berita yang sering kita dengar, peristiwa atau tragedi kecelakaan yang terjadi pada tahun 1987, dimana terjadi tabrakan kereta api dengan kereta api di daerah perlintasan bintaro, adalah pukulan yang sangat berat bagi dunia transportasi khususnya dinas perhubungan darat di negri tercinta ini, yang begitu banyak memakan korban, walaupun setelah dilakukan penelitian dengan seksama yang dilakukan oleh intansi terkait, ditemukan bukti sangat kuat kejadian ini adalah murni kesalahan manusia “Human Error”.

Lalu bagaimana solusinya…?
itu juga yang ada di benak saya dan tentunya di benak masyarakat indonesia yang berharap keamanan dan kenyamanan bila berada di atas kendaraan umum. inilah yang harus dijawab oleh pengelola negara yang kita cintai, dan tentunya yang sangat kita harapkan adalah perhatian, tindakan, serta menyelesaikan masalah dengan memberikan solusi, hentikan budaya KORUPSI di semua lini, dalam segala hal, sehingga dana atau biaya-biaya yang harus dikembalikan pada masyarakat melalui fasilitas umum dapat terwujud.

Tentunya juga bagi anggota masyarakat, jadilah masyarakat yang taat pada peraturan, STOP budaya serobot…. mengantrilah bila anda harus mengantri, karena bukan hanya anda saja yang punya HAK, semua warga negara mempunyai HAK yang sama berdisiplinlah dan berkendara dengan aturan-aturan yang ada jadilah bagian dari solusi  terhadap permasalahan yang ada.

Untuk pengelola negara sudah waktunya hentikan kebiasaan “WANI PIRO” kami masyarakat indonesia memberikan AMANAH, kepada kepada bapak-bapak semua karena kami yakin AMANAH itu akan di jalani… mungkin ini hanya harapan dari bagian  masyarakat yang sangat kecil ibarat “segenggam pasir ditengah gurun sahara…”. namun walau hanya segenggam tetaplah dia pasir, dan merupakan bagian dari gurun yang sangat luas itu.

oleh : HERI SK

1 Komentar

Filed under opini

One response to “TRAGEDI BINTARO JILID 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s