KPK vs Anas Urbaningrum

                              anas tidak 2

KPK vs Anas Urbaningrum

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, menegaskan “akan menjemput paksa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum” (07/01/14),  jika pemanggilan ke tiganya masih tidak diindahkan oleh Ketua Umum Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) itu.

Anas Urbaningrum telah dijadikan tersangka dalam kasus  proses perencanaan proyek Hambalang lantaran diduga menerima janji atau hadiah terkait proyek senilai Rp2,5 triliun tersebut, sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah lebih dulu menempatkan tersangka mantan Menpora , Andi Alfian Malarangeng, yang kini telah menjalani penahanan di rutan KPK dengan sangkaan melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan TIPIKOR. Andi diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang yang menguntungkan diri sendiri atau pihak lain, selain itu ada Dedi Kusdinar mantan Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Kemenpora ,   Jaksa mendakwa Dedi Kusdinar dengan ancaman hukuman kurungan 20 tahun, karena “terdakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu koorporasi atas perbuatannya,”.
Tersangka lain yang juga sudah menjadi terdakwa adalah Teuku Bagus Mokhamad Noor yang merupakan Ketua kerjasama operasional PT Adhi Karya dan Wijaya Karya dalam menangani proyek Hambalang, Teuku Bagus di duga telah menyalahgunakan wewenang, memperkaya diri, orang lain atau koorporasi sehingga merugikan negara, sebagai kontraktor dalam proyek Hambalang.

Kini giliran mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum  yang  hampir setahun  lalu tepatnya pada tgl 22 Februari 2013, beliau ditetapkan sebagai tersangka, Politisi muda yang berpenampilan sangat tenang itu  dijerat dengan  pasal 12 huruf A  atau huruf B Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan TIPIKOR  apakah mantan Ketua partai penguasa itu akan mengalami nasib yang sama dengan ketiga tersangka lain yang sudah lebih dulu menempati dinginnya tembok jeruji besi, Wallahualam.

 Komisi Pemberantasan Korupsi KPK (08/01/2014) telah mengirim surat pemanggilan kedua untuk pemeriksaan di hari “Jumat ” pada Anas Urbaningrum, apakah “Jum’at Keramat” yang biasanya menjadi hari yang menakutkan bagi para tersangka korupsi,  juga akan membawa mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu   di gelandang menuju tahanan dengan mengenakan jaket yang bertuliskan tahanan KPK, atau Anas Urbaningrum akan kembali mangkir.

Pemanggilan pertama yang tidak diindahkan dengan alasan ada ketidak jelasan atau kejanggalan dalam surat pemanggilan itu,  isinya mengatakan bahwa “Anas Urbaningrum akan diperiksa sebagai tersangka penerima gratifikasi Hambalang serta proyek-proyek lain”, kalimat proyek-proyek lain ini yang akhirnya membuat Ketua Umum Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) Anas Urbaningrum itu menolak datang ke gedung KPK untuk diperiksa.

Masyarakat kini menunggu keberanian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lembaga yang dianggap cukup bertaring dalam mengusut dan menangkap orang-orang yang selama ini dianggap merugikan negara, tapi seberapa tajamkah taring itu dapat merobek dan  membongkar  kebusukkan proyek Hambalang yang banyak melibatkan para, Pejabat, pengusaha, politisi dan oknum dari elit partai penguasa, kita masih harus menunggu.

Dan yang tidak kalah menarik apakah Anas Urbaningrum mantan Ketua Umum Partai Demokrat, dapat membuktikan kalau dirinya tidak menerima 1 rupiahpun dari Proyek Hambalang, bahkan Anas Urbaningrum politisi muda itu menantang, jika ada yang dapat membuktikannya bahwa dia menerima satu rupiah saja dari proyek yang diperkirakan bernilai Rp 2,5 triliun itu , dia bersedia di gantung di Monas, luar biasa apa sesungguhnya yang membuat  Ketua Umum Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) ini begitu percaya diri…. ???

                       agantung monas

Terhitung hampir satu tahun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan status tersangka kepada Anas Urbaningrum mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu, waktu yang cukup lama bila dibandingkan, tersangka-tersangka lain dalam kasus yang sama, apalagi bila dibandingkan dengan kasus Skandal Suap Impor Daging Sapi yang dialami LHI mantan Presiden Partai keadilan Sejahtera,  kala itu Komisi Pemberantasan Korupsi KPK, begitu bersemangat dan taringnya begitu tajam sehingga dalam waktu singkat saja, tersangka LHI dijadikan terdakwa dan dan tanpa waktu lama proses pengadilan berjalan vonispun jatuh 16 tahun penjara. 

Semoga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang saat ini masih dianggap  mampu oleh masyarakat Indonesia dapat mengungkap semua kasus secara profesional, berani, tidak tebang pilih dan tentunya menolak segala intervensi , tidak terperangkap dan mampu  melepaskan diri dari kepentingan-kepentingan politik.

1 Komentar

Filed under Personal, umum

One response to “KPK vs Anas Urbaningrum

  1. Khusus untuk pak Anas, sepertinya monas sudah menunggu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s